Yokoso Japan!! Selamat datang di Jepang. sounds great!! dan petualanganku dimulai. Sempat terpikir, kenapa selalu sendiri kalo tugas, tapi dengan “sendiri” itu aku bisa merasakan negri baru sampai ke akarnya dan jadi lebih mandiri tentunya. Bermodal nekat dan Pasmo card* ke Harajuku dan dengan map yang sederhana ditambah sms2-an pagi2 buta dengan orang bijak di bandung, kubulatkan tekad untuk melihat langsung kota nyentrik yang sering dikumandangkan oleh para artis di negriku.. Lebih dari 10 train statiun harus dilalui, dan ahirnya tulisan `HARAJUKU`di layar kereta muncul, deg2ankupun semakin menjadi hahahaaa. keluar dari train kesan pertama adalah PADAT. tul, itu kota kok rame bgt yah, melebihi ramenya jalanan di Red Light District. tapi ini tentunya lebih berkelas dibandingkan RLD.
Kususuri jalanan yang ada di hadapan, lirik kiri lirik kanan, beli ini beli itu..hahhahaha (serasa orang kaya deh pokonya, begitu nyampe rumah stress). Takesima dori pun kulalui dengan mupeng ingin ini itu hahaha..keluar dari jalanan padat, kususuri pertokoan yang penuh dengan barang2 bermerk, prada lacoste dan merk berkelas lain (ga hafal nama merk mahal, hehehe..belum sanggup beli sih). pulang2 dengan semangat45 dan pedenya, naik train dengan tulisan di layar kecil `Tokorozawa`, dan ternyata train ini membawaku bukan ke tujuanku tapi ke `Hajima`, dan teman, ini tempat jauh dari tujuan. Intinya aku nyasar hahahahaha..ini train ternyata selingkuh di tengah jalan. dia belok di salah satu train statiun dan dengan cueknya berangkat ke Hajima tanpa tanya dan permisi dulu pada diriku..(yaks!). pasang muka cuek, transit di salah satu train, ahirnya aku sampe juga di Ikebukuro, salah satu train statiun besar di central Tokyo, dan aku ambil jurusan-yang-benar-benar-melewati-Tokorozawa. muka senang pun muncul, senja di Tokorozawa pun menyambut kepulanganku..home sweet home, Tokorozawa ni..
pesen buat anak helix: kapan ya kita menghamburkan uang di pertokoan elite? segeralah kita KAYA biar segala tingkat status sosial kita jadi sempurna. merangkak dari ga-punya-apa-apa-yang-kerjanya-minta-duit-ortu-dan-maksa-didot-nraktir sampe jadi orang-yang-sarapan-di-barcelona-sambil-menikmati-segarnya-udara-pantai-lunch-di-italia-menikmati-spaghetti-sambil-memandang-pisa-dan-dinner-di-paris-sambil-menikmati-eiffel-dari-seine-river.